POTENSI DAN PEMANFAATAN ROTAN PENGHASIL JERNANG DI TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH
Jufri, Jufri; Suhesti, Eni; Triratna Ningsih, Ambar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, pola penyebaran dan
pemanfaatan rotan penghasil jernang oleh masyarakat di Dusun Bengayauan Desa
Rantau Langsat Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Metode penelitian dilakukan secara
survey pada kawasan hutan yang ditumbuhi oleh rotan penghasil jernang. Adapun
data yang diambil meliputi jenis rotan penghasil jernang, jumlah rumpun dan individu,
pemanfaatan oleh masyarakat, cara pemanenan, sarana pemanenan, kearifan lokal
dalam pengelolaan rotan penghasil jernang. Dari penelitian yang dilakukan di Zona
Pemanfaatan Dusun Bengayauan terdapat 3 (tiga) spesies Rotan Penghasil Jernang
yaitu : Daemonorops draco, Daemonorops propinqua, dan Calamus oxleyanus, yang
termasuk kedalam 2 marga (Daemonorops dan Calamus). Ditemukan 83 rumpun dan
1099 individu yang terdiri dari Daemonorops draco sebanyak 77 rumpun dan 1019
individu, Daemonorops propinqua sebanyak 4 rumpun dan 66 individu dan Calamus
oxleyanus sebanyak 2 rumpun dan 14 individu. Kerapatan (Daemonorops draco)
84,916 individu/ha (92,721 %), (Daemonorops propinqua) 5,5 individu/ha (6,005 %),
(Calamus oxleyanus) 1,66 individu/ha (1,274 %). Pola penyebaran rotan penghasil
jernang Daemonorops draco yaitu penyebaran secara acak, Daemonorops propinqua
penyebarannya secara mengelompok, sedangkan untuk Calamus oxleyanus
penyebarannya secara seragam. Dalam pemanfaatan rotan penghasil jernang,
masyarakat adat mematuhi suatu kearifan lokal untuk menjaga kelestarian tumbuhan
tersebut. Pemanfaatan rotan penghasil jernang oleh masyarakat antara lain : Manfaat
ekonomi, sebagai bahan pewarna, bahan ramuan obat-obatan, dupa dan ritual, serta
magis.
Kata Kunci : Jernang, rotan, Taman Nasional Bukit Tigapuluh
pemanfaatan rotan penghasil jernang oleh masyarakat di Dusun Bengayauan Desa
Rantau Langsat Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Metode penelitian dilakukan secara
survey pada kawasan hutan yang ditumbuhi oleh rotan penghasil jernang. Adapun
data yang diambil meliputi jenis rotan penghasil jernang, jumlah rumpun dan individu,
pemanfaatan oleh masyarakat, cara pemanenan, sarana pemanenan, kearifan lokal
dalam pengelolaan rotan penghasil jernang. Dari penelitian yang dilakukan di Zona
Pemanfaatan Dusun Bengayauan terdapat 3 (tiga) spesies Rotan Penghasil Jernang
yaitu : Daemonorops draco, Daemonorops propinqua, dan Calamus oxleyanus, yang
termasuk kedalam 2 marga (Daemonorops dan Calamus). Ditemukan 83 rumpun dan
1099 individu yang terdiri dari Daemonorops draco sebanyak 77 rumpun dan 1019
individu, Daemonorops propinqua sebanyak 4 rumpun dan 66 individu dan Calamus
oxleyanus sebanyak 2 rumpun dan 14 individu. Kerapatan (Daemonorops draco)
84,916 individu/ha (92,721 %), (Daemonorops propinqua) 5,5 individu/ha (6,005 %),
(Calamus oxleyanus) 1,66 individu/ha (1,274 %). Pola penyebaran rotan penghasil
jernang Daemonorops draco yaitu penyebaran secara acak, Daemonorops propinqua
penyebarannya secara mengelompok, sedangkan untuk Calamus oxleyanus
penyebarannya secara seragam. Dalam pemanfaatan rotan penghasil jernang,
masyarakat adat mematuhi suatu kearifan lokal untuk menjaga kelestarian tumbuhan
tersebut. Pemanfaatan rotan penghasil jernang oleh masyarakat antara lain : Manfaat
ekonomi, sebagai bahan pewarna, bahan ramuan obat-obatan, dupa dan ritual, serta
magis.
Kata Kunci : Jernang, rotan, Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Detail Information
- Publisher
- Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-12-31T07:02:05Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah