Experimental Campuran Abu Sabut Kelapa Dan Gypsum Dengan Tanah Lempung
Valery, Kristian
Suatu konstruksi akan dapat bertahan lama sesuai umur rencana apabila didukung
oleh tanah dasar yang baik. Berdasarkan letak geografis suatu tempat, karakter
dan sifat tanah memang tak sama bahkan ada kondisi dimana nilai plastisitas yang
tinggi, kembang susut yang relatif besar, dan kekuatan geser yang rendah.
Kemajuan teknologi stabilisasi untuk perbaikan tanah dengan mencampurkan
tanah lempung dengan campuran serbuk gypsum yang memiliki unsur senyawa
zat Kalsium Oksida (Cao), Kalium (Ca), Air (H₂O), Hidrogen (H), dan Sulfur (S)
dan abu sabut kelapa dengan kandungan senyawa Silicon Dioksida (SiO2),
Aluminium Oksida (Al2O3), dan Besi III Dioksida (Fe2O3),sehingga perlu
dilakukan penelitian dan pengujian lebih lanjut di laboratorium dengan tujuan
untuk mendapatkan nilai kuat geser pada tanah lempung dengan variasi
pencampuran abu sabut kelapa dan serbuk gypsum. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium, dengan variasi
pencampuran 1%, 3%, 5% abu sabut kelapa dan 10% limbah gypsum. Tanah yang
digunakan pada penelitian ini diambil dari daerah Jalan Badak, Sail, Kec. Tenayan
Raya, Kota Pekanbaru, Riau yang kemudian dilakukan pengujian di laboratorium
dengan pengujian berat jenis, atteberg limit, kepadatan tanah dan kuat geser tanah.
Hasil dari pengujian laboratorium, dapat disimpulkan bahwa penambahan abu
sabut kelapa dan gypsum mengalami peningkatan pada nilai kuat geser dari tanah
asli sebesar 23,73◦ menjadi 48,52◦
oleh tanah dasar yang baik. Berdasarkan letak geografis suatu tempat, karakter
dan sifat tanah memang tak sama bahkan ada kondisi dimana nilai plastisitas yang
tinggi, kembang susut yang relatif besar, dan kekuatan geser yang rendah.
Kemajuan teknologi stabilisasi untuk perbaikan tanah dengan mencampurkan
tanah lempung dengan campuran serbuk gypsum yang memiliki unsur senyawa
zat Kalsium Oksida (Cao), Kalium (Ca), Air (H₂O), Hidrogen (H), dan Sulfur (S)
dan abu sabut kelapa dengan kandungan senyawa Silicon Dioksida (SiO2),
Aluminium Oksida (Al2O3), dan Besi III Dioksida (Fe2O3),sehingga perlu
dilakukan penelitian dan pengujian lebih lanjut di laboratorium dengan tujuan
untuk mendapatkan nilai kuat geser pada tanah lempung dengan variasi
pencampuran abu sabut kelapa dan serbuk gypsum. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium, dengan variasi
pencampuran 1%, 3%, 5% abu sabut kelapa dan 10% limbah gypsum. Tanah yang
digunakan pada penelitian ini diambil dari daerah Jalan Badak, Sail, Kec. Tenayan
Raya, Kota Pekanbaru, Riau yang kemudian dilakukan pengujian di laboratorium
dengan pengujian berat jenis, atteberg limit, kepadatan tanah dan kuat geser tanah.
Hasil dari pengujian laboratorium, dapat disimpulkan bahwa penambahan abu
sabut kelapa dan gypsum mengalami peningkatan pada nilai kuat geser dari tanah
asli sebesar 23,73◦ menjadi 48,52◦
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-15T02:32:46Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah